Mem”bedong” Bayi dari Sudut Pandang Orthopaedi

Oleh: dr. Rudy Dewantara

Mem”bedong” bayi atau membungkus bayi dengan kain setelah bayi lahir, sangat umum dipraktekkan di Indonesia. Sebenarnya, teknik membungkus bayi dengan kain setelah lahir dapat dilakukan, asal jangan terlalu ketat. Namun, masih banyak tenaga medis [dokter, bidan, dukun bayi] yang kurang memahami bahwa sebenarnya membungkus bayi terlalu ketat, sehingga memposisikan sendi panggul bayi dalam keadaan ekstensi dan adduksi [lurus dan arahnya mendekati garis tengah tubuh], sangat tidak dianjurkan. Mengapa? Berikut adalah penjelasannya dari sudut pandang ilmu Orthopaedi.
Continue reading

EverythingAboutOrtho.co.cc

Iseng-iseng pakai free domain. Lebih singkat dan lebih mudah diingat. EverythingAboutOrtho.wordpress.com juga masih bisa kok.

Salam,

dr. Rudy Dewantara

COX-2 Selective Inhibitor Juga Menghambat Penyembuhan Fraktur

Oleh: Rudy Dewantara MD [Jurnal Review]

Beberapa waktu lalu, saya pernah menulis article review berjudul The Effect of NSAIDS towards Ligament Healing dan satu artikel singkat berjudul The Adverse Effect of COX-2 Selective Inhibitor on Ligament Healing. Kedua artikel tersebut pada prinsipnya menunjukkan penelitian-penelitian yang membuktikan bahwa COX-2 selective inhibitor ternyata menghambat penyembuhan ligamen. Baru-baru ini saya membaca jurnal terbaru dari AAOS yang berjudul Effects of a Cyclooxygenase 2 Inhibitor on Fracture Healing in a Rat Model. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efek COX-2 inhibitor, celecoxib, terhadap penyembuhan tulang, atau lebih spesifik lagi terhadap kekuatan mekanik tulang serta jumlah callus yang terbentuk pada fraktur. Hipotesis pada penelitian ini adalah COX-2 inhibitor akan menurunkan kekuatan mekanis callus serta jumlah callus yang terbentuk. Dan ternyata hasil akhir penelitian memang menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada subyek yang mendapat celecoxib dan kontrol, dalam hal kekuatan biomekanik callus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa enzyme COX-2 sangat penting untuk penyembuhan fraktur dan oleh karenanya, penggunaan celecoxib pada kasus fraktur harus benar-benar diperhatikan.

Untuk yang tertarik mendapatkan full-text nya silakan email saya di: rudy_dewantara_01@yahoo.com.

Pengumuman

Kepada pengunjung blog saya yang terhormat,

Apabila ingin meninggalkan komentar di setiap thread saya, ingin berkonsultasi masalah medis,  atau untuk yang request full text jurnal kedokteran, dimohon agar mengisi alamat email anda yang valid. Karena saya sering membalas langsung ke alamat pengunjung, sehingga pengunjung tidak perlu repot memeriksa blog ini setiap saat hanya untuk mengetahui apakah saya sudah merespon. Jangan kuatir, alamat email pengunjung tidak akan dipublikasikan ke umum.

EMail: rudy.dewantara@gmail.com

Sekali lagi, terima kasih banyak atas kunjungannya di blog saya.

Salam,

Rudy Dewantara L

Sekilas Mengenai EverythingAboutOrtho.wordpress.com [Data dan Statistik]

Setelah kurang lebih 3 bulan saya menulis di blog ini, saya cukup terkejut juga mengetahui bahwa banyak orang yang berminat membaca blog saya. Dalam kurun waktu 3 bulan, sudah lebih dari 2000 orang yang mengunjungi blog saya. Sangat menggembirakan melihat respon orang-orang yang sangat positif ini. Orang-orang yang mengunjungi blog saya berasal dari seluruh pelosok Indonesia, diantaranya Malang, Surabaya, Jakarta, Palembang, Medan, dll. Bahkan beberapa dari luar negeri.

Semakin banyak yang membaca blog ini, semakin besar pula kemungkinan blog ini muncul di google.  Berikut beberapa kata kunci yang digunakan untuk search di google, dan blog EverythingAboutOrtho.wordpress.com selalu muncul di halaman pertama.

Continue reading

Berpikirlah Seribu Kali Sebelum ke Dukun Patah Tulang

Di awal saya menulis blog ini, salah satu tujuan saya adalah untuk memberikan wawasan, pengetahuan dan informasi yang tepat kepada masyarakat awam, agar berhati-hati dalam berobat untuk kasus patah tulang. Pada artikel saya yang berjudul Patah Tulang bagian 1 dan 2, sudah saya jelaskan apa saja yang sebenarnya terjadi pada tubuh kita ketika terjadi patah tulang, dan bagaimana sebenarnya proses penyembuhan patah tulang. Dan yang paling penting lagi adalah apa sih sebenarnya tujuan utama pengobatan patah tulang. Untuk lebih jelasnya silakan anda baca kembali artikel saya di awal.

Berikut adalah tiga artikel yang saya dapatkan dari blog dr. Rahyussalim SpoT [http://rahyussalim.multiply.com], seorang dokter bedah tulang di Jakarta. Tiga artikel ini menunjukkan kembali kepada kita, bahwa mengobati tulang yang patah bukan hanya sekedar menyambung tulang, namun juga [salah satunya] mementingkan pengembalian fungsi tulang (dan sendi) secara normal, sehingga pasien dapat menggunakan bagian tubuh yang patah tersebut seperti semula. Semoga setelah membaca ketiga contoh kasus dibawah ini, kita semua menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan untuk berobat, khususnya dalam kasus patah tulang.

ARTIKEL 1 Sembuh oleh dukun patah tulang???

Awalnya orang tua penderita hanya iseng ingin memeriksakan anaknya ke saya untuk mengecek apakah anaknya benar-benar sembuh seperti yang dikatakan oleh ahli patah tulang terkenal di daerah jabodetabek ini. Sayapun tidak keberatan. Pada pemeriksaan fisik saya mendapatkan masih adanya bengkak di daerah lutut kanan bagian atas dan sedikit nyeri. Terdapat pergerseran lutut kearah depan. Pada foto roentgen tampak terjadi patah tulang dan pergeseran kearah depan pada bagian lempeng epifisis bagian ujung tulang paha. Pada patahan ini belum terjadi pertumbuhan tulang baru (kalus) secara sempurna.
Beruntung kejadian patah tulang ini tidak disertai oleh luka yang tidak menimbulkan infeksi. Namun mengingat terkenanya lempeng epifisis tulang anak ini saya kira ada potensi gangguan pertumbuhan tulang paha kanan dibandingkan dengan tulang paha kiri. Bila ini terjadi maka di masa mendatang ada peluang terjadi paha kanan lebih pendek dari paha kiri. Ada pula kemungkinan lutut kanan membengkok bisa kedalam membentuk huruf O karena lempeng epifisis yang terkena lebih dominan di sebelah dalam . Saat ini memang penderita tidak mengeluhkan proses yang sedang terjadi pada lututnya. Namun dengan perjalanan waktu proses degenerasi akibat biomekanik lutut yang tidak normal akan mengancam timbulnya osteoartritis dini.
Apa yang bisa kita lakukan pada penderita ini?
Continue reading

Teknologi Bedah Tulang Adopsi Kemampuan GPS

Jakarta – Pemanfaatan teknologi komputer sudah merambah ke bidang kesehatan, salah satunya untuk pembedahan tulang. Dalam perkembangan pemanfaatan teknologi terbaru, dokter yang melakukan operasi kini dipermudah dengan suatu sistem yang berfungsi sebagai pemberi arah layaknya GPS (Global Positioning System).

Teknologi ini disebut Computer Assisted Surgery (CAS). Yang merupakan suatu prosedur penggunaan sistem komputer dalam operasi guna memberikan navigasi terhadap ahli bedah.

Penggunaan CAS saat ini masih lebih ditujukan untuk bedah tulang (Orthopaedic), sehingga dalam operasi alat ini membantu ahli bedah dengan penciptaan dan tampilan gambar (navigasi) yang menunjukkan komponen-komponen antara tulang dan ligamen dari persendian yang akan atau sedang diganti.

Continue reading