[For Doctors] Listen and Talk More to Our Patients

Oleh: dr. Rudy Dewantara

Sudah bukan rahasia lagi bahwa dokter2 di Indonesia saat ini menghadapi krisis kepercayaan dari masyarakat. Terutama berkaitan dengan tuduhan2 bahwa dokter indonesia banyak melakukan “malpraktik”. Meskipun kadang2 jengkel juga mendengar banyak orang berkoar2 tentang malpraktik tanpa mengetahui arti sebenarnya dari malpraktik itu sendiri. Untuk lebih jelasnya mengenai definisi malpraktik dan hal-hal terkait, silakan baca artikelnya di:

https://everythingaboutortho.wordpress.com/2008/06/28/malpraktik-sejauh-mana-kita-sebagai-seorang-dokter-memahaminya/

Kalau kita perhatikan, sebagian besar kasus dugaan malpraktik yang tersebar di media, ternyata adalah akibat miskomunikasi. Sangat disayangkan memang..

Nah, kebetulan pula beberapa hari terakhir, di suatu forum dimana saya menjadi anggotanya, saya melihat semakin banyak yang mengeluhkan cara dokter2 di Indonesia berkomunikasi. Ada yang kecewa karena dokter kurang bisa menjelaskan dengan baik penyakit pasien, sehingga seringkali pasien pulang tanpa mengerti betul penyakitnya. Ada juga yang jengkel/marah karena dokter menggunakan kata2 yang cenderung “kasar” atau menyinggung pasien, dan sebagainya. Yah.. saya sendiri, terus terang juga pernah mengalami hal ini.

Intinya, setelah melihat keluhan2 pasien diatas, sepertinya dokter2 di Indonesia kurang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik. Padahal dengan meluangkan waktu sedikit lebih banyak untuk pasien, mendengarkan keluhan mereka, berbicara/menjelaskan mengenai penyakit yang diderita pasien, pilihan pengobatan yang dipunyai pasien, kemungkinan perjalanan penyakit, komplikasi dan lain2, sudah merupakan bagian dari pengobatan itu sendiri.

Saya ingat suatu kata2 indah yang ditulis oleh Robert Bruce Salter [dokter orthopedi terkemuka]:

The duty of a doctor is to cure sometimes, to relieve often and to comfort always

Kata2 diatas benar2 sangat menyentuh. Sayangnya, sebagian dokter di Indonesia kurang benar2 memperhatikan hal ini. Seringkali kita meng- “under estimate” pasien dengan berpikir bahwa “seandainya pun kita jelaskan penyakitnya, toh pasien tidak akan mengerti”, atau seringpula karena saking banyaknya pasien, waktu untuk berkomunikasi jadi berkurang. Padahal, berkomunikasi dengan pasien merupakan langkah utama dalam membantu pasien mengatasi masalahnya, baik penyakitnya maupun psikologisnya.
faktor psikologis pasien ini sangatlah penting, hal ini pernah disinggung oleh Socrates yang berkata

We ought not treat the body without the mind

Oleh karena itu, marilah kita semua, mahasiswa kedokteran, koas, dokter, bahkan tenaga2 medis terkait, untuk mulai memperhatikan proses komunikasi ini. selalu luangkan waktu untuk pasien, dengarkanlah keluhan pasien dan berbicaralah lebih banyak dengan mereka.

Listen and talk to them..

It is much more important to know what sort of a patient has a disease than what sort of a disease a patient has.

The good physician treats the disease; the great physician treats the patient who has the disease.

The practice of medicine is an art based on science

by: Sir William Osler

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: